Minggu, 29 April 2012

KONSEP DASAR SAMPLING DAN PENGAMBILAN DATA

Pelaksanaan penelitian selalu berhadapan dengan objek yang diteliti atau yang diselidiki. Objek tersebut dapat berupa manusia, hewan, tumbuhan, benda mati, dsb. Dalam melakukan penelitian, kadang-kadang penelitiannya melakukannya terhadap seluruh objek (sensus), tetapi sering juga peneliti hanya mengambil sebagian saja dari seluruh objek tsb (survey). Meskipun penelitian hanya mengambil sebagian dari seluruh objek yang diteliti, tetapi hasilnya dapat mewakili atau mencakup seluruh objek yang diteliti.
Keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti tersebut adalah populasi penelitian atau universe. Sedangkan sebagian yang diambil dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi ini disebut “sampel penelitian”. Dalam mengambil sampel penelitian ini digunakan cara atau teknik – teknik tertentu, sehingga sampel tersebut sedapat mungkin mewakili populasinya. Teknik ini biasa disebut “teknik sampling”. Dalam penelitian survey, teknik sampling ini sangat penting dan perlu diperhatikan mask – masak. Sebab teknik pengambilan sampel tang baik akan mempengaruhi validitas hasil penelitian tersebut.

Alasan kita mengambil metode sampling (pengambilan sampel dalam statistic ) :
a.       Ukuran populasi
Ada populasi terhingga dan ada tak terhingga, dalam praktek, populasi terhingga sering dianggap sebagai populasi tak hingga, jika didalamnya sudah cukup telalu banyak anggota atau objek. Ambillah popuasi berukuran 5 miliyar objek. Partisikan mencatat segala karakteristik ke-5 milyar obyek tersebut
b.      Masalah Biaya
Makin banyak objek yang diteliti maka makin banyak pula biaya yangdiperlukan. Bagaimanapun juga jika hanya tersedia biaya terbatas, sampling satu-satunya pilihan, terkecuali jika ukuran populasi sedikit sekali sehingga dengan biaya tersebuit sensus bisa dilaksanakan. Biaya bukan hanya untuk pengambilan data tetapi juga untuk analisis, diskusi, perhitungan – perhitungan, gaji ahli dan sebagainya.
c.       Masalah Waktu
Sensus memerlukan waktu lebih lama dibandingkan dengan sampling. Dengan demikian sampling dapat memberikan data lebih cepat.
d.      Percobaan yang Sifatnya Merusak.
Jika penelitian terhadap objek yang sifatnya merusak, maka jelas sampling harus dilakukan. Tidak mungkin sensus dilakukan untuk mengetahui kekuatan daya ledak bom yang dihasilkan, kemanjuran obat yang baru dihasilkan, keadaan darah seorang pasien. Kalau semua bom dicoba adakah yang tersisa untuk keperluan perang? Jika darah pasien semuanya dikeluarkan untuk diperiksa adakah orang yang bersedia untuk diperlukan demikian?
e.       Masalah Ketelitian/ hasil akurat
Salah satu segia agar kesimpulan cukup dapat dipertanggung jawabkan ialah masalah ketelitian. Data harus benar dan pengumpulannya harus dilakukan dengan benar dan teliti. Demikian pula pencatatan. Pengalaman menyatakan bahwa makin banyak obyek yang harus diteliti, makin kuran ketelitian yang dihasilkan. Petugas, peneliti, dan pencacah akan menjadi merasa bosan untuk melakukan tugas yang itu-itu juga yang jumlahnya sangat banyak.
f.       Factor Ekonomis
Diartikan apakah kegunaan dari hasil penelitian sepadan dengan biaya, waktu, dan tenaga yang dikeluarkan untuk itu ataukah tidak. Jika tidak mengapa harus dilakukan sensus?

Factor yang berpengaruh pada pengambilan sampel:
a.       Batasan Populasi
Suatu populasi menunjukan pada sekelompok subjek yang menjadi objek atau sasaran penelitian. Apabila tidak dilakukan penelitian terhadap populasi, maka kesimpulan yang ditarik dari hasil penelitian, maka kesimpulan yang ditarik dari hasil penelitian tidak menggambarkan atau mewakili seluruh populasi. Tanpa pembatasan yang jelas anggota populasi, kita tidak memperoleh sampel yang representative. OKI dalam penelitian apapun populasi tersebut harus dibatasi, misalnya satu wilayah kelurahan, kecamatan, atau kabupaten, kelompok umur +3, penyakit +3, dan sebagainya. Perlu diingat disini ialah bahwa nilai suatu hasil penelitian bukan ditentukan oleh besar kecilnya suatu populasi, melainkan oleh bagaimana peneliti menggunakan dasar pengambilan kesimpulan atau teknik sampling.
b.      Mendaftar seluruh unit yang menjadi anggota populasi.
Seluruh unit yang menjadi anggota populasi dicatat secara jelas, sehingga dapat diketahui unit yang termasuk pada populasi dan unit mana yang tidak.
c.       Menentukan sampel yang akan dipilih
d.      Menentukan teknik sampel

Prosedur pangambilan sampel
  1. Menentukan tujuan penelitian
  2. Menentukan populasi penelitian
  3. Menentukan jenis data yang diperlukan
  4. Menentukan teknik sampling
  5. Menentukan unit sample yang diperlukan
  6. Menentukan besarnya sampel/ sampel size
  7. Memilih sampel

Penyimpangan hasil yang didapat dari pengambilan sampel dapat terjadi:
  1. Sampling error, sebenarnya hal ini bukanlah kesalahan benar-benar kesalahan tetapi adalah variasi dari konsekuensi pengambilan sampel. Maksudnya bahwa setiap sampel yang akan diambil dari suatu populasi akan berdistribusi sekitar nilai populasi.
  2. Non sampling error, maksudnya adalah error yang bukan karena sample tetapi disebabkan pelaksanaan dalam pengambilan sampel sampai analisisnya, yaitu pada saat perencanaan, pelaksanaan, pengolahan, analisis, dan interpretasi.

Prinsip dasar perhitungan besar sampel, tergantung pada :
  1. Biaya yang tersedia, waktu serta tenaga yang akan melaksanakan
  2. Variasi yang ada dalam variable yang akan diteleti serta banyaknya variable yang akan diamati
  3. Presisi, ketepatan yang dikehendaki, makin besar sampel kemungkinan akan lebih tepat menggambarkan populasinya. Ini juga sampai batas t3, karena makin besar sampel kemungkinan membuat keslahan pada saat pengukuran juga akan menjadi besar (error meningkat)
  4. Rencana analisis, kalau analisis hanya manual tidak mungkin menganalisis data yang banyaka sekali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar